Toyota Verso

Friday, August 22, 2008 7:59
Posted in category Opini, Transportation

Hari ini dapat email dari milis kantor lama, soal mobil murah barunya Toyota. Namanya Toyota Verso (gambar kiri). Dari bentuk fisiknya, mobil ini sangat mirip Nissan Grand Livina (gambar bawah). Karena gak mudeng spek mesin dan ketebelecenya, jadi saya gak nulis soal itu. Konsen saya cuma satu : Harga !!. Yang ini pasti bikin ngiler, di akhir slide pendek attachment email itu tertulis : ‘Indonesia Market Price : 75 Juta Rupiah (On The Road)’.

Karena saya awam soal otomotif, yang langsung muncul di benak adalah Grand Livina sebagai pembanding apple-to-apple dengan Verso ini. Dari segi harga si Verso ini jauuh lebih murah dibanding Grand Livina. Grand Livina baru dipasarkan 150 - 210 Juta Rupiah. Untuk mesin, yang saya tau, Grand Livina menjadi favorit penggunanya akhir-akhir ini. Termasuk Om saya yang bulan lalu liburan dari Pekanbaru - Jakarta - Jogja pp. dengan mobil ini :)

Kalau info ini benar, bisa jadi ini adalah strategi jitu Toyota untuk memberikan perlawanan market Nissan yang 2 tahun ini sukses memikat hati konsumen Indonesia.

Tapi, setelah googling sekilas saja tentang mobil ini, ternyata mobil ini ternyata sudah ‘lahir’ di postingan lawas. Salah satunya di situs astraworld yang sudah mereview singkat di tahun 2006. Ya berarti ‘goyangan’ Verso ini menguap saja 2 tahun ini.

Diluar itu semua, kalau memang sudah mau dipasarkan, menurut saya besar kemungkinan akan menjadi mobil laris yang siap menambah beban jalanan terutama di Jakarta yang makin ruwet ini.

Gak tau ini great news apa bad news buat transportasi kita :)

#1 : Project 52

Tuesday, August 12, 2008 9:20
Posted in category Pentax, Photography

#1 : Project 52

#1 : Foto Bersama Outbond KLP-4

Tanggal : 10 Agustus 2008 di Puncak Bogor

Exif aslinya : Pentax K100DS, f/8, 1/90s, ISO 200, 18 mm, 12″ self timer

+ kursi (gak bawa tripod) :D

Project 52 wannabe

Tuesday, July 29, 2008 9:09
Posted in category Catatan, Personal, Photography

consistency @ despair.com

Konsisten. Kata itu seperti momok buatku. Bahwa ternyata menjadi konsisten gak gampang :( Setahun lebih pake DSLR Pentax K100D, hasilnya ya gitu-gitu aja. Join FN juga gak ngikutin aturan, akhirnya dapet pesan ari admin-nya melulu :p
Demi perbaikan kualitas foto dan yang lebih penting biar gak mubazir ni kamera, saya mendeklarasikan Project 52 =))

Apa itu Project 52 ? :D

Kalau Anda hoby jalan-jalan ke flickr, silahkan search Project 356 atau sebangsanya. Banyak fotografer yang bikin roject ini untuk meng-upload hasil jepretan mereka tiap hari. Sebagian mengaku tujuannya untuk mengetahui sejauh mana kualitas jepretan mereka.

Nha kalau saya bikin Project 52, tiap minggu satu foto aja di-upload. Kalo tiap hari pegel deh bawa laptop sama DSLR, tambah kurus badanku ini :D

Agustus ini akan menjadi awal rencana ini. Semoga lancar & konsisten sampai Agustus tahun depan :D

Pacaran Tengah Malam

Thursday, June 19, 2008 17:05
Posted in category Love, Personal

Jam 12 PM sekarang, masih lembur bersama tim cost engineer yang dapet orderan melimpah minggu ini. Istri tercinta dapet shift sore (3 - 11 PM). Kantor saya di Mampang, kantor dia di Kuningan. Dia pulang duluan, dengan senang hati mampir ke Mampang. Kita pulang bareng malam ini, sebelumnya ke Citos dulu.

Dua makhluk dimabuk asamara kelaparan di tengah malam. Hehe…

Indahnya pernikahan… :) Pacaran lagi…

Terimakasih

Tuesday, June 17, 2008 8:37
Posted in category Catatan, Love, Personal

anut runtut tansah reruntungan
munggah mudhun gunung anjok samudero
gandeng rendeng anjejereng rendeng
reroncening kembang… kembang temanten

mantene wus dandan dadi dewo dewi
dewaning asmoro gyo mudhun bumii

e la mendhung… bubar mawur
mlipir mlipir… gyo sumingkir
mahargyo dalan temanten… dalane dewo dewi

sworo trompet… teng celeret
arak arak sigo sigrak
datan kendhat… anut runtut
gyo mudhun bumi

(Anyam-anyaman - Sujiwo Tejo)

Lirik ini kiriman dari teman dekatku sebagai ucapan selamat atas undangan pernikahanku tanggal 7 Juni yang lalu.

Alhamdulillah, acara pernikahanku dengan Diajeng Roro Genduk berjalan lancar tanpa ada gangguan brarti. Banyak keluarga, teman dan relasi yang menghadiri pernikahan kami. Gangguan kecil yang terjadi adalah ‘oglangan’ atau jatah matinya listrik di lokasi acara (Grha Sabha Buwana) dan Hotel Prasasti didepannya. Jatah ini berlaku mulai pukul 08.00 s.d 16.00. Skitar jam 12 calon istriku saat itu sms kalo harus berdandan di luar kamar rias karena kurang pencahaan. Syukur ada genset yang cukup membantu persiapan di GSB (lokasi akad & resepsi).

Akad nikah terlaksana sesuai rencana pada pukul 16.00. Sempat deg-deg.an ketika perjalanan menuju ke lokasi akad, yang cuma nyeberang jalan :). Rasa deg-deg.an hilang saat acara penerimaan dimulai, ketika juru bicara & wali nikahku diterima oleh wali nikah & orang tua mempelai perempuan. Rasa nyaman justru berasa saat pertama kalinya lampu kamera, blitz/flash dan kamera mengarah padaku. Saat itu aku cuma membayangkan diriku yang disana, memotret berlangsungnya acara disitu :). Cara itu ternyata cukup menyenangkan.

Ijab qabul berlangsung dengan baik. Ketika silau lampu2 kamera mengarah ke meja tempat berlangsung akad, sejak saat itu pula yang aku pikirkan, yaitu wali nikah & bapak mempelai wanita didepanku, saksi mempelai pria & wanita di sisi kiri, dan mempelai wanita di sampingku. Entah siapa & apa saja saja yang ada di belakang lampu2 itu, yang aku lihat hanya gelap. Hal ini pula yang membuatku dapat fokus selama acara dan hanya berdoa kepada-Nya yang membuat semua ini nyata.

Tenang dan damai rasanya saat mengucap qabul : Saya terima nikahnya Sdri. Ilma Pratidina Suryandari binti Tedjo Pranoto Dharmo, dengan mas kawin seperangkat alat shalat dan uang senilai Rp 76.008 dibayar tunai‘.

Sesaat setelah itu, ucapan ’sah’ dari wali nikah & saksi, berlanjut ucapan syukur Alhamdulillahirabbil ‘alamiin menggema di ruangan itu berasa sangat melegakan.

Terimakasih kami ucapkan kepada segenap keluarga, rekan dan panitia yang telah membantu peristiwa bersejarah ini berjalan lancar.

PS.

Semoga diri ini masih sanggup menghidupi blog ala kadarnya ini hingga waktunya nanti pengalaman ini bisa dibaca kembali bersama anak cucu nanti, amien :p

# dan semoga web host-nya gak tutup :)