Laskar Pelangi - The Movie
Friday, September 26, 2008 7:33Apa yang diharapkan dari sebuah film yang diangkat dari novel best seller dan merupakan kisah nyata ?
Saya berharap sinematografi yang hebat, akting yang bagus dan tentu saja alur/cerita yang gak ditambah-tambahi hanya demi tuntutan ’sponsor’. Inilah yang saya dapatkan setelah menonton Laskar Pelangi the movie tadi malam. Film Indonesia terbaik yang pernah saya lihat. Film yang saya tunggu-tunggu tahun ini.
Mulai Kamis kemaren, film Laskar Pelangi diputar secara serentak di seluruh Indonesia. Mulai hari itu, bersiaplah menikmati kedahsyatan film garapan Riri Riza & Mira Lesmana. Salut kepada sutradara yang sukses menerjemahkan cerita Andrea Hirata sang penulis novel menjadi sebuah karya film yang bisa mem-visualisasikan bayangan pembaca seperti yang ada dalam novel.
Sebagian besar penonton rupanya sudah hapal betul siapa saja yang muncul di film itu. Lintang dari pesisir lalut yang menggenjot sepedanya dan pertama kali datang sebagai murid SD Muhammadiah, Mahar dengan radionya, Bu Mus yang memberi nama Laskar Pelangi kepada sepuluh murid SD Muhammadiah ini, dan tentu saja Ikal. Saya pikir, dengan tanpa mengesampingkan tokoh yang lain, 3 tokoh Laskar Pelangi itulah ditambah Kucai yang paling menonjol. Cut Mini juga baik sekali memerankan Bu Mus.
Lintang sukses menyihir dengan kejeniusannya seperti dalam novel. Ikal, bocah yang mabuk kuku A Ling ini memang lucu. Khusus adegan Ikal membeli kapur di Toko Sinar Harapan, sutradara agaknya berlebihan, tapi itulah yang bikin asyik :) Mahar… ah bocah nyentrik ini sukses berperan seperti dalam novel. Hebatnya semuanya adalah anak asli Belitong yang baru pertama kali main film.
Emosi penonton dibawa naik turun oleh setiap adegan di film ini. Ditambah pemandangan Belitong yang ditangkap benar-benar indah.
Soal cerita, sudah baca novelnya kan. Kisah sepuluh orang murid yang berjuang mengawali cita-cita di SD Muhammadiah ini memang sangat emosional dan inspiratif. Andrea Hirata bilang kalo film garapan Riri Rize lebih bagus dari novelnya sendiri. Ah, dua-duanya bagus kok
Kalau sesuatu digarap dengan sepenuh hati, hasilnya pasti akan baik. Semua kebaikan ada dalam cerita dan film ini, sebaik sutradara menemukan tokoh Harun yang diperankan juga oleh seorang tuna grahita.
So… nonton lagi ah…
+++
Kemaren nonton di Pondok Indah Mall, datang jam 3 sore, tiket sampai dengan jam 18.30 sudah SOLD OUT. Saking kepenginnya nonton film yang ditunggu-tunggu ini, akhirnya dapet jam 20.45. itu pun kursi H, 3 baris di depan layar. Tapi, terbayar sudah penantian menunggu film ini…





