Januari 2009

Tahun 2009 sudah berjalan sebulan ini. Biar gak prei nulis, masang foto-foto ini aja.

1. Ini adalah roti kering dari Jepang. snack dr Jepang kebanyakan mengenyangkan. padahal rasanya kayak makanan kecil dari Indonesia. Yang dibawah ini rasanya kayak semprong. Yang unik gambarnya itu, kartun eror gitu  :D

roti

2. Skrinsyut suasana kantor ‘baru’ yang sekarang ‘wire-less’.

wireless

Happy New Year 2009

# diposting dalam rangka sebagaimana menunggu hujan reda, sudah kebelet pulang, kangen ketemu yang dirumah :)

Contra Flow… dari Halte Mampang

Bulan ini banyak proyek menjadi pemandangan sehari-hari warga Jakarta. Akibatnya bisa ditebak, menambah macet beberapa ruas jalan ibukota.

Sebagai pengguna TiJe Koridor 6, proyek di Mampang Prapatan besar sekali dampak terhadap kedatangan TiJe terutama di jam sibuk. Hari pertama, 40 menit saya menunggu di Halte Pertanian, karena TiJe terhambat di sekitar proyek itu. Penyebabnya, kendaraan lain ‘diijinkan’ masuk ke jalur busway.

Solusi yang dilakukan adalah Contra Flow sepanjang Warung Buncit - Mampang Prapatan. Contra Flow ini pernah dilakukan satu hari, kala itu langsung di-stop oleh penguasa Ibukota dengan alasan kurang koordinasi.

Berikut sedikit gambaran berlakunya Contra Flow yang saya ambil di atas Halte Mampang Prapatan.

Read more…

Well Done, Houdini !!

You gave a great lesson how to beat us, well done !!

well done houdini

Harry Redknap, you’re a damn great manager.

Rafting Sungai Ciberang

ciberang-rafting

Postingan ini adalah rekaman ketika Rafting di Sungai Ciberang, Desa Bujal, Lebak Banten pada tanggal 17 Februari 2008. Lagi-lagi cerita basbang… :) Didedikasikan bagi mereka yang belum pernah merasakan asyiknya rafting di Ciberang ini. Dan setelah melihat ini jadi kepengin maen rafting disana. Jadi, ini ceritanya promosi :)

Untuk menuju lokasi rafting, dapat ditempuh dengan kendaraan pribadi selama sekitar 2.5 jam dari Jakarta (waktu itu berangkat dari Lebak Bulus). Lokasi basecamp berdekatan dengan pintu/gerbang Taman Nasional Gunung Halimun yang baru dibangun. Tambahan ‘menu’ rafting di Sungai Ciberang adalah mengunjungi Suku Baduy Luar.

Yang menarik rafting di Sungai ini, adalah track-nya yang relatif masih ‘baru’, jadi suasananya masih alami. Belum banyak penjual-penjual seperti di track rafting lain di sekitaran Sukabumi atau Bandung. Ditambah adanya pemandian air panas, membedakan rafting di Ciberang dengan rafting di sungai-sungai lain di sekitarnya.

O ya, trip rafting yang kami ambil waktu itu adalah trip pendek, sekitar 2.5 jam, karena kami sudah kesiangan ‘turun’ ke lokasi. Sekitar jam 13.00 kami baru mulai persiapan dari base camp dan berakhir dengan makan di saung dipnggir sawah sekitar pukul 17.00.

Cerita rafting di Sungai Ciberang saya ceritakan dalam gambar-gambar dibawah ini saja deh -banyak gambar, jadi harap maklum untuk fakir benwid- :)

Read more…

Laskar Pelangi - The Movie

Apa yang diharapkan dari sebuah film yang diangkat dari novel best seller dan merupakan kisah nyata ?

Saya berharap sinematografi yang hebat, akting yang bagus dan tentu saja alur/cerita yang gak ditambah-tambahi hanya demi tuntutan ’sponsor’. Inilah yang saya dapatkan setelah menonton Laskar Pelangi the movie tadi malam. Film Indonesia terbaik yang pernah saya lihat. Film yang saya tunggu-tunggu tahun ini.

Mulai Kamis kemaren, film Laskar Pelangi diputar secara serentak di seluruh Indonesia. Mulai hari itu, bersiaplah menikmati kedahsyatan film garapan Riri Riza & Mira Lesmana. Salut kepada sutradara yang sukses menerjemahkan cerita Andrea Hirata sang penulis novel menjadi sebuah karya film yang bisa mem-visualisasikan bayangan pembaca seperti yang ada dalam novel.

Sebagian besar penonton rupanya sudah hapal betul siapa saja yang muncul di film itu. Lintang dari pesisir lalut yang menggenjot sepedanya dan pertama kali datang sebagai murid SD Muhammadiah, Mahar dengan radionya, Bu Mus yang memberi nama Laskar Pelangi kepada sepuluh murid SD Muhammadiah ini, dan tentu saja Ikal. Saya pikir, dengan tanpa mengesampingkan tokoh yang lain, 3 tokoh Laskar Pelangi itulah ditambah Kucai yang paling menonjol. Cut Mini juga baik sekali memerankan Bu Mus.

Lintang sukses menyihir dengan kejeniusannya seperti dalam novel. Ikal, bocah yang mabuk kuku A Ling ini memang lucu. Khusus adegan Ikal membeli kapur di Toko Sinar Harapan, sutradara agaknya berlebihan, tapi itulah yang bikin asyik :) Mahar… ah bocah nyentrik ini sukses berperan seperti dalam novel. Hebatnya semuanya adalah anak asli Belitong yang baru pertama kali main film. 

Emosi penonton dibawa naik turun oleh setiap adegan di film ini. Ditambah pemandangan Belitong yang ditangkap benar-benar indah. 

Soal cerita, sudah baca novelnya kan. Kisah sepuluh orang murid yang berjuang mengawali cita-cita di SD Muhammadiah ini memang sangat emosional dan inspiratif. Andrea Hirata bilang kalo film garapan Riri Rize lebih bagus dari novelnya sendiri. Ah, dua-duanya bagus kok :)

Kalau sesuatu digarap dengan sepenuh hati, hasilnya pasti akan baik. Semua kebaikan ada dalam cerita dan film ini, sebaik sutradara menemukan tokoh Harun yang diperankan juga oleh seorang tuna grahita.

So… nonton lagi ah…

+++

Kemaren nonton di Pondok Indah Mall, datang jam 3 sore, tiket sampai dengan jam 18.30 sudah SOLD OUT. Saking kepenginnya nonton film yang ditunggu-tunggu ini, akhirnya dapet jam 20.45. itu pun kursi H, 3 baris di depan layar. Tapi, terbayar sudah penantian menunggu film ini… :D

←Older 

Komunitas Pengguna Apple Macintosh Indonesia